Written by Sabtu, 04 Juli 2015 Published in Berita
Kasus pernikahan usia anak kembali ramai dibicarakan oleh media massa, terutama setelah terbitnya putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak peninjauan kembali terhadap UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974, mengenai usia perkawinan anak perempuan. Berbagai penelitian dan pengalaman menunjukkan, ada banyak dampak negatif dari perkawinan usia anak. Banyak pihak pula yang sudah menyadari pentingnya pencegahan pernikahan usia anak. Tetapi, dalam kenyataannya, masih banyak terjadi pernikahan usia anak yang terutama merugikan anak perempuan. UNICEF pada 2014 mencatat, saat ini lebih dari 700 juta perempuan di dunia menikah sebelum mereka menginjak usia 18 tahun. Lebih dari sepertiganya atau sekitar 250 juta anak menikah sebelum…
Written by Sabtu, 04 Juli 2015 Published in Berita
Beda pendapat antara suami dan istri adalah hal alami yang dapat terjadi pada siapa pun. Namun, apabila tidak ada komunikasi yang cukup, perbedaan pendapat rentan menjadi sumber percekcokan. Apabila percekcokan tersebut sulit untuk diselesaikan, seringkali anak yang menanggung konsekuensinya. Sebut saja kisah suami istri Danar dan Nia (bukan nama sebenarnya). Mereka mempunyai tiga putri, satu duduk di SMP, dan dua duduk di bangku SMA. Danar bekerja di perusahaan yang menuntut untuk dinas di tempat yang berbeda-beda, baik di Jawa maupun luar Jawa. Perpindahan tersebut juga sulit untuk diprediksikan. Keduanya punya prioritas yang berbeda. Danar berpendapat, suami dan istri harus tetap…
Written by Kamis, 02 Juli 2015 Published in Berita
“Marah itu manusiawi. Tapi untuk mengekspresikan marah itu di tangan kita. Kita bisa pilih, mau diekspresikan positif atau negatif,” jelas Fitri Indra Harjanti, Staf Divisi Penelitian dan Pelatihan Rifka Annisa di acara ‘Bicara’ di Radio Istakalisa 96,2 FM pada 02/07/2015. Sebenarnya, Tuhan sudah menciptakan tubuh kita dengan sempurna. Tubuh kita dapat memberi tahu tanda-tanda ketika kita merasa marah. Tanda-tanda ini berbeda-beda pada setiap orang. Secara fisik misal detak jantung lebih kencang, tangan gemetar, mata merah, atau perut sakit. Atau secara psikis seperti cemas, sedih, atau panik. “Apabila kita dapat mengenali tanda-tanda itu, kita dapat mencegah diri kita lepas kontrol,” tambah…
Facebook SquareTwitter square

Statistik

Hari ini392
Bulan ini1682
Pengunjung214513

Sabtu, 04 Juli 2015 23:58

Guests : One guest online