Aku Bangga Menjadi Perempuan

Written by  Senin, 10 Februari 2014 10:35

Oleh : Ani Rufaida

 

Senin (6/2) Rifka Annisa melakukan kegiatan diskusi komunitas di desa Mertelu, acara yang difasilitasi oleh Fitri Indrajanti selaku staff Divisi Riset Training Center (RTC) Rifka Annisa, berlangsung pagi pukul 09.00 WIB. Acara ini bertempat di rumah Ibu Triyanita, dihadiri oleh 18 ibu-ibu dari berbagai dusun yang ada di wilayah Mertelu Kec. Gedangssari.

Diskusi yang diadakan setiap 1 bulan sekali berlangsung menarik, dalam pembahasan kali ini peserta berdiskusi tentang konsep diri. Fitri menanyakan ke peserta terkait “Apa yang dibanggakan sebagai perempuan?” “Pekerja keras dan bisa melakukan apa saja” jawab Triyanita salah satu peserta diskusi. Peserta lain juga menjawab “Bisa dekat dengan anak” jelas Dwi Ermiyati, Ia juga menambahkan ketika perempuan sedang hamil dan melahirkan itu perjuangan perempuan.” Tutur Ermiyati.

Kebanyakan dari peserta bangga terhadap apa yang mereka lakukan, sebagai perempuan yang memilki etos kerja tinggi, bertanggung jawab, bisa berkomunikasi dengan keluarga, mandiri, dan mengasuh anak adalah hal-hal yang berkesan buat mereka.

Ketika ditanya fasilitator bagaimana menurut ibu-ibu perempuan yang ideal? Kebanyakan dari peserta menjawab cantik, penyayang, sabar, bertanggung jawab, keibuan, tinggi, ramping. Tidak ada perbedaan yang mencolok terkait peserta satu dengan yang lain.

“Ideal antara orang yang satu dengan yang lain pasti berbeda. Ideal sangat relatif, jadi kuncinya menurut saya untuk menjadi ideal adalah menerima apa adanya “ Ungkap Erdiyanti”.

Fitri menjelaskan tidak banyak orang yang bisa memenuhi apa yang diidealkan oleh masyarakat, tuntutan-tuntutan yang sangat banyak tidak semua orang bisa memenuhinya.

“Bagus ketika seseorang memiliki konsep diri sendiri dan bisa menerima dirinya dengan apa adanya. Akan menjadi keliru jika kemudian seseorang memaksakan diri menjadi orang lain hanya untuk mengejar idealitas masyarakat” jelas Fitri.

“Sehingga setiap orang perlu membangun konsep diri dengan nilai-nilai yang positif dan menjadi dirinya sendiri.” tutur Fitri.

Peserta merasa senang mengikuti sesi ini, Triyanita mengungkapkan selain menambah pengalaman juga bisa belajar dari kehidupan rumah tangga keluarga lain. Harapannya dipertemuan selanjutnya bisa digabungkan dengan kelas ayah, sehingga kita bisa mneyelesaikan persoalan dengan bermusywarah serta komunikasi yang sehat.

Read 1369 times Last modified on Rabu, 12 Maret 2014 14:11
40009663
Today
This Week
This Month
Last Month
All
1674
28797
119965
208083
40009663