Print this page

Dampak Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Written by  Selasa, 04 Februari 2014 10:05
Rate this item
(0 votes)

*Oleh: Megafirmawanti

“Anak layaknya kertas putih, jangan biarkan ia merasakan kekerasan dari orang-orang terdekat dalam keluarganya”

Salah satu jenis kekerasan yang sering kita jumpai adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Topik inilah yang dibicarakan dalam program Bincang Hari Ini edisi 1 Februari 2014 di Jogja TV. Rina Widarsih –manajer divisi pendampingan Rifka Annisa– dalam diskusi langsung tersebut menuturkan bahwa KDRT adalah setiap perbuatan yang berakibat timbulnya penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran yang terjadi pada lingkup rumah tangga, termasuk juga terhadap anak.

Menurut Rina, lingkup KDRT yang dimaksud dalam keluarga bukan harus terjadi dari keluarga primer atau inti seperti ayah, ibu dan anak, tetapi siapa saja yang tinggal dalam lingkungan keluarga, mungkin saja kakek, paman, atau pembantu rumah tangga dan lain-lain. Rina juga memaparkan bahwa sampai dengan tahun 2013, kasus KDRT yang paling sering masuk ke Rifka Annisa adalah bentuk kekerasan psikologis. “karena setiap bentuk kekerasan baik itu fisik, ekonomi, maupun seksual pasti juga disertai dengan kekerasan psikologis”, ungkapnya.

Dalam diskusi tersebut, hadir Nono Karsono selaku pemerhati sosial dan anak yang banyak mengamati kasus KDRT. Menurut Nono, dampak KDRT dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak bahkan sejak masih dalam kandungan. Nono menjelaskan fenomena KDRT menggunakan teori John Locke tentang Tabula Rasa. Menurutnya, “Anak adalah kertas putih, mau menjadi hitam atau mau menjadi merah tergantung orang tua dan lingkungannya”. Nono juga menambahkan bahwa seseorang diusia anak memiliki daya rekam yang paling kuat. Jika anak diberikan informasi yang negatif, maka perkembangannya akan terhambat dan tentunya akan mempengaruhi perkembangan bangsa.

Pada dasarnya, kekerasan mempunyai siklus. Seperti yang dijelaskan Rina, KDRT merupakan awal terjadinya masalah dilingkup yang lain. Rina mencontohkan KDRT yang mempengaruhi generasi muda dalam menimbulkan masalah baru seperti hamil diluar nikah, melakukan relasi beresiko atau bisa jadi terjerumus pada narkoba dan minuman keras. Rina

juga menambahkan bahwa pernikahan diusia anak menjadi salah satu masalah yang dipengaruhi oleh KDRT.

Terkait pernikahan diusia anak, Agung –penelpon dalam program Bincang Hari Ini– menuturkan tentang kesiapan finansial yang sering menjadi masalah dalam pernikahan diusia anak. Penelpon dari Bantul tersebut mempertanyakan bagaimana resep jitu untuk mengantisipasi masalah-masalah dalam pernikahan diusia anak tersebut.

Menanggapi pertanyaan Agung, Rina memberikan tips mengantisipasi masalah yang mungkin saja terjadi dalam pernikahan usia anak. Dalam hal ini, Rina menjelaskan bahwa laki-laki juga harus ikut terlibat aktif dalam tumbuh kembang anak. Keterlibatan yang dimaksud Rina bukan dalam rangka membantu kegiatan perawatan anak semata, tetapi ikut bertanggungjawab pada tumbuh kembang anak tersebut.

Pada akhir diskusi, Rina menekankan bahwa menghindari KDRT harus diawali dalam hal pemilihan pasangan. “Pilihlah pasangan yang punya kepercayaan diri penilaian diri yang baik” ungkapnya. Berbeda dengan Rina, Nono lebih menekankan pada prinsip 3K yakni Komunikasi, Kesepakatan, dan Konsisten terhadap kesepakatan tersebut. Menurut Nono, 3K adalah fondasi awal untuk menghindari tindak KDRT.[]

Read 1613 times Last modified on Rabu, 12 Maret 2014 14:14