Workshop Guru: Sistem Berbasis Sekolah untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Written by  Ameria Nuraini Kamis, 06 April 2017 17:45

workshop_guru_2017.jpg

Yogyakarta (8/2) Sebanyak 20 guru mengikuti workshop tentang sistem berbasis sekolah untuk pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di hotel Pesona Malioboro Yogyakarta.

Kegiatan workshop yang digelar selama 3 hari, 6-8 februari, oleh lembaga Swadaya Masyarakat Rifka Annisa Women Crisis Center, diikuti oleh guru-guru utusan dari 4 sekolah Menengah Kejuruan yang berasal dari 4 kecamatan di kabupaten Gunung Kidul, yaitu SMKN 1 Wonosari, SMKN 1 Ngawen, SMKN 1 Gedangsari dan SMKN 1 Saptosari. Agenda Workshop ini terlaksana karena terkait dengan jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak yang cenderung meningkat setiap tahun.

Di wilayah Kabupaten Gunungkidul sendiri, tahun 2016 Rifka Annisa menangani 8 kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak (rentan 6-11 tahun) dan remaja (12-17 tahun). Dalam evaluasi kegiatan pendampingan dengan sekolah dan penelitian mengenai kekerasan seksual di Kabupaten Gunungkidul, Rifka Annisa memandang penting adanya sistem berbasis sekolah terkait pencegahan dan penanganan kekerasan dan kekerasan seksual. Terkait hal tersebut, maka penguatan masing-masing unsur di dalam sekolah perlu dikuatkan termasuk melibatkan guru dalam melakukan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan dan kekerasan seksual pada remaja yang tujuannya adalah untuk menambah pemahaman peserta tentang penyebab/akar terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, dinamika psikologis remaja dan karakter psikologis perempuan/anak korban kekerasan serta memperoleh gambaran pengalaman dari berbagai sekolah tentang Pencegahan dan penanganan kekerasan seksual serta kekerasan pada umumnya.

Kegiatan ini merupakan agenda lanjutan yang sudah 4 kali digelar di tahun sebelumnya, Dengan sistem berbentuk sosialisasi serta diskusi,peserta terlibat aktif menyampaikan kasus dan penanganan kasus kekerasan yang terjadi di Tingkat Sekolah. Salah satu peserta workshop menyatakan, bahwa kegiatan workshop ini sangat bermanfaat, dan diharapkan bisa berkelanjutan dan mengarah kepada seluruh guru dan harus ada kunjungan ke sekolah untuk diadakan pemantauan dan pengawasan setelah workshop selesai “ . kata Suryo Abdi Nugroho (32) guru Pendidikan Jasmani SMKN 1 Ngawen Gunung Kidul.

Read 147 times Last modified on Jumat, 09 Jun 2017 12:36
Facebook SquareTwitter square

Statistik

Hari ini1025
Bulan ini36190
Pengunjung677291

Rabu, 28 Jun 2017 20:56

Guests : 69 guests online